TCI Paparkan Hasil Kajiannya di DPR

IMG-20170926-WA0005

Sebuah buku yang berisikan masukan dari Lembaga Kajian Infrastruktur  Transformasi Cita Infrastruktur (TCI), diserahkan Tri Budi Utama, Ketua Umum TCI, kepada Lazarus  Ketua Panitia Kerja, Rencana Undang-Undang (RUU) Sumber Daya Air (SDA),  Komisi V,  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).  “Terima kasih, buku ini sangat berharga, kami akan undang lagi untuk diskusi lebih lanjut,” katanya. Hasil Kajian TCI itu diserahkan dalam rapat dengar pendapat tentang penyusunan RUU Sumber Daya Air, di Ruang Sidang Komisi V, 26 September 2017.

Ini adalah kali kedua TCI menyerahkan hasil kajiannya mengenai RUU Sumber Daya Air ke Komisi V. Sebelumnya tanggal 30 Maret 2017, TCI juga telah menyerahkan hasil kajian yang sama kepada komisi V, kala itu diberikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo. Setelah melihat hasil kajian yang dibuat TCI, Panja RUU SDA, kembali mengundang TCI ke Gedung DPR untuk rapat dengar pendapat. Dalam kesempatan ini TCI memperbaharui hasil kajiannya dan memberikannya kembali ke Ketua Panitia Kerja RUU SDA DPR.

“Tim kajian yang kita bentuk benar-benar berusaha memberi masukan yang konstruktif kepada DPR,” ujar Dwi Jokowinarno, peneliti TCI, yang juga turut diundang dalam rapat dengar pendapat tersebut. Menurutnya, karena menganggap masukan dari TCI penting dan konstruktif maka pihak Panja RUU SDA merasa perlu untuk kembali mengundang TCI. Seperti diketahui TCI sudah berapa kali diundang Panja RUU SDA dalam berbagai diskusi berkenaan dengan rencana undang-undang ini.

Bahkan Sigit Susiantomo Wakil Ketua Komisi V, sempat mengajak TCI untuk berdiskusi panjang tentang apa-apa saja yang dianggap penting untuk masuk di dalam undang-undang ini. “Saya lihat TCI cukup serius dan kredibel dalam memberi masukannya,” kata Sigit ,  saat berdiskusi dengan TCI. Bahkan Sigit berharap TCI bisa terlibat lagi dalam memberi masukan  RUU lainnya yang berkaitan dengan infrastruktur.

Dalam kesempatan dengar pendapat tersebut Tri Budi Utama memberikan paparan hasi kajian yang dilakukan para peneliti TCI.  Menurutnya beberapa isu strategis mengenai air,  harus benar benar diperhatikan. Seperti penguasaan sumber daya air oleh negara, pengaturan ketat pengusahaaan sumber daya air, pengelolaan SDA dengan mengutamakan air permukaan, pembagian wewenang pusat dan daerah serta isu sensitif lainnya. “Pembagian peran dengan daerah  melalui asas tugas pembantuan, dekonsentrasi dan pembagian peran,”ujar Tri Budi.

Selain TCI yang diundang dalam rapat tersebut adalah Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air (KRuHA), Indonesia Center for Environmental Law (ICEL), dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berkaiatan dengan air, lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*