Dari Bencana Menjadi Kencana (Bag. 2)

Kalkulasi dan prediksi volume banjir dapat dilakukan dengan program komputer HEC-RAS dan MIKE by DHI. Klasifikasi penyebab banjir dapat beraneka ragam, dari faktor topografi, ketinggian air tanah, curah hujan, ketinggian gelombang pasang, ataupun sistem drainasi yang tidak bekerja dengan baik. Dengan memahami semua hal tersebut, maka solusi yang diambil merupakan solusi yang sustainable, efisien dan tepat sasaran.

gibran-7
Contoh pencatatan data hujan, elevasi muka air sungai dan pasang-surut muka air laut
Oleh : Ing. Muhammad Gibran, S.T., M.Sc.


Researcher at Matagaruda, BPI LPDP. Master in Engineering in the Coastal EnvironmentCakupan bidang: Offshore, Marine and Maritime Engineering for Oil and Gas Support, River and Estuary, Port and Coastal Zone Development.

Pemerintah Kota Lymington telah mengusahakan beberapa rekayasa engineering dan peraturan tata kota agar kondisi ekstrim elevasi air muara tidak menjadi bencana bagi penduduk; diantaranya adalah:

Penambahan tinggi elevasi tanggul-tanggul lama

Tinggi tanggul atau seawall disesuaikan dengan prediksi kondisi ekstrim yang merespon fenomena sea level rise. Dengan prediksi yang tepat, tanggul ini dapat berfungsi dalam rentang waktu yang lama. Pembuatan tanggul-tanggul penahan banjir yang baru juga diperlukan untuk melindungi daerah yang bernilai tinggi, seperti: kawasan real-estate atau kawasan tourist attraction baru.

Pembuatan bangunan penahan tebing

Penahan tebing dimaksudkan untuk mengurangi erosi tebing akibat hempasan gelombang pantai atau derasnya arus tepi sungai saat kondisi ekstrim. Apabila tidak ada bangunan penahan tebing, maka tanah kota ini terkikis hilang setiap terjadi banjir pesisir. Bangunan penahan tebing dapat berupa revetment wall, seawall, maupun bronjong.

Pembuatan tanggul dan dike

Tanggul atau dike dibuat agar air laut tau sungai tidak meluap hingga ke daratan. Pada kasus dimana tinggi air laut atau air sungai melebihi tinggi elevasi tanah maka mutlak diperlukan tanggul agar air tersebut tidak meluap hingga ke darat. Tanggul biasa dibuat untuk melindungi kawasan yang relative luas, seperti: kawasan pertanian, ladang-ladang garam, daerah konservasi biota pantai, kawasan pemukiman, kawasan penimbunan sampah (landfill), dsb.

Menjaga elevasi muka air tanah

Explorasi air tanah yang berlebihan, untuk keperluan rumah tangga maupun industri, akan membuat elevasi permukaan tanah turun; terkadang, hal ini menyebabkan permukaan air sungai atau air laut menjadi lebih tinggi dari permukaan tanah. Akibatnya, pada kondisi tertentu air sungai atau air laut dapat meluap menggenangi area tersebut. Di Inggris dan Belanda, kanal-kanal sengaja dibuat melintasi kota untuk menjaga ketinggian muka air tanah dan tinggi muka tanah disekitar wilayah tersebut. Ketinggian muka airnya diatur sedemikian rupa dengan menggunakan pintu air dan pompa air kota.

Pengalokasian lahan untuk peresapan

Catchment area adalah wilayah disekitar sungai dimana air hujan dapat mengalir ke sungai atau meresap kedalam tanah. Penataan kawasan yang baik haruslah memperhatikan adanya peresapan yang cukup pada catchment area – dimana sebagian besar air hujan dapat diresapkan kedalam tanah sebelum membanjiri sungai atau saluran-saluran drainase kota. Pemerintah kota Lymington bekerjasama dengan New Forest district council di bagian hulu untuk mereservasi catchment area supaya dapat meresapkan air sebanyak mungkin sehingga dapat mengurangi resiko banjir di bagian hilir sungai.

Perbaikan drainasi kota

Drainasi yang baik adalah drainasi yang dapat mengalirkan air hujan (yang tidak meresap kedalam tanah) dengan cepat. Apabila kapasitas drainasi tidak sebaik yang diharapkan maka yang terjadi adalah genangan atau banjir. Karena itu, menambah kapasitas saluran drainasi beserta pintu air dan pompa air kota adalah persyaratan mutlak agar genangan tidak terjadi.

Pembuatan tidal-gate

Tidal-gate adalah pintu air yang biasa dipasang pada canal, sungai, atau saluran air menuju muara yang merespon secara otomatis pasang-surut air laut. Pada saat tinggi air laut melebihi tinggi air sungai, maka pintu air akan menutup dengan sendirinya; dan sebaliknya apabila tinggi air sungai melebihi tinggi air laut maka pintu air ini akan terbuka kembali. Penggunaan tidal-gate di Inggris cukup populer untuk mencegah banjir sungai; namun, instrument ini memiliki kapasitas. Pada kondisi sangat ekstrim dimana kedua permukaan air laut maupun sungai sama tinggi, penggunaan tidal-gate perlu dibantu dengan pompa air untuk mengalirkan air dari sungai ke laut.

Pembebasan lahan

Kondisi banjir mengakibatkan area-area tertentu menjadi sasaran bencana dan dikategorikan sebagai area berbahaya. Misalnya, karena adanya banjir maka kawasan tersebut tidak dapat dihuni karena hempasan air dapat merenggut korban jiwa, selain itu banjir juga dapat menyebarluaskan limbah kimia, bakteri e-coli, dll yang bersifat toxic bagi manusia. Karena itu pembebasan lahan perlu adanya untuk melindungi keselamatan penduduk.

Pengklasifikasian Area

Selain pembebasan lahan, pengklasifikasian area sangat diperlukan untuk kenyamanan tinggal, kelancaran kegiatan perekonomian penduduk, serta upaya perlindungan ekosistem. Misalnya, dilihat dari jenis penggunaan lahan kota Lymington dikategorikan kedalam beberapa macam kawasan, seperti: kawasan berbahaya (terlarang) untuk pemukiman atau industri, kawasan lindung saltmarsh dan biota pantai lain, kawasan khusus pemukiman, kawasan ruang hijau, kawasan khusus bisnis, dsb. Disini dituntut peran pemerintah serta kerjasama masyarakat demi tercapainya kenyamanan bersama.

Solusi-solusi teknis dan non-teknis tersebut secara spesifik dipilih untuk mengubah Lymington dari kota yang penuh bencana menjadi kota kencana yang sustainable di Inggris bagian selatan. Regulasi dan kerjasama masyarakat memainkan peranan penting untuk bisa mempertahankan kota ini sebagai spot paling favorit untuk wisatawan domestic maupun mancanegara.

Metode yang sama agaknya dapat diterapkan di Indonesia untuk mengubah bencana menjadi kencana; yaitu mengubah kondisi kota-kota pesisir yang kurang tertata serta penuh masalah agar menjadi kota yang sustainable dan profitable, tentunya dengan mempertahankan ciri khas kedaerahan serta lingkungan hidup pesisir.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*