Landmark Ekologi Penjaga Pengembangan Wilayah

Dibukanya jalur jalan lintas selatan (JJLS), ibarat membuka kran pertumbuhan ekonomi. Akibatnya pengembangan wiayah di sekitar jalan lintas selatan merebak.

mangrove
                                               Hutan Mangrove (sumber : mangrovejogjakarta.com)

Oleh :

Ir. Tribudi Utama, MT


Tidak hanya menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi tetapi juga menjadi pemacu kegiatan komersil di wilayah tersebut. Dampaknya tentu saja pertumbuhan penduduk akan meningkat tajam di wilayah tersebut.

Jumlah penduduk yang meningkat tajam tentu menuntut fasilitas yang  lebih banyak lagi. Termasuk ketersediaan kebutuhan pokok  dan yang paling penting tentu saja kebutuhan akan air bersih. Jika ini tidak diatasi kedepan akan mengalami kesulitan yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Untuk keperluan tersebut diusulkan dibuat Estuary Long Storage (ELS), yang akan menjadi biosfer  multifungsi. ELS ini utamanya untuk menampung air dengan berbagai fungsi diantaranya cadangan air baku, suplai air di pertanian lahan kering dan untuk pengendalian sedimen.

Pengembangan ELS sebagai center point pengelolaan sumber daya air di pesisir Purworejo, nantinya harus terintegrasi dengan grand design Revitalisasi kawasan kali pantai. Revitalisasi kali pantai secara komprehensif yang didukung berbagai sector akan menciptakan ecologuycal landmark penyangga pengembangan wilayah.

Selain menyediakan air baku untuk masyarakat, komersial, Industri dan pertanian, sekaligus bermanfaat sebagai pengembangan kawasan wisata berbasis komunitas masyarakat, sehingga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini juga bisa menjadi icon kawasan setempat.


Tri Budi Utama, lebih sering dipanggil TBU oleh teman dan sejawatnya, lahir di Kartasura, Sukoharjo 22 Juli 1964. Ia meraih Insinyur Teknik Sipil UGM tahun 1989 dan S-2 juga di UGM tahun 1998. Berbagai kursus bidang sumber daya air pernah diiukuti, sebagai menjadi best presenter pada Advance Water Leader (K-Water, Daejon City Korea, 2013), dan best graduate pada Training of Trainer for Integrated Water Resources Management (UNEP, Andong City Korea, 2014).

Beberapa karyanya antara lain, Rencana (Master Plan) Pengelolaan Sumber Daya Air (RPSDA) Wilayah Sungai Bengawan Solo; RPSDA (Master Plan) Wilayah Sungai Progo Opak Serang; Pola (Kerangka Dasar) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Seputih Sekampung; Pola (Kerangka Dasar) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Kepulauan Riau. Sejak tahun 2012 hingga kini, TBU menjadi tenaga ahli bidang sumber daya air di Bappeda Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*