TCI Serahkan Kajian RUU SDA ke Panja DPR RI

5

Hasil kajian Transformasi Cita infrastruktur (TCI), mengenai Rencana Undang Undang (RUU) Sumber Daya Air (SDA)  diserahkan Tri Budi Utama, Ketua TCI, kepada Lazarus, Ketua Panitia Kerja RUU Sumber Daya Air (SDA) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik indonesia. Penyerahan dilakukan bertepatan dengan acara “Focus Group Discussion Penyusunan RUU tentang Sumber Daya Air terkait stakeholders di Provinsi Jawa Tengah”.

Acara yang berlangsung Hari Kamis, 30 Maret 2017, itu, dilaksanakan di Ruang Sidang II, Gedung Prakosa, Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo. “Usulan yang diberikan oleh TCI, menunjukkan bahwa mereka cukup serius memberikan  masukan,” kata Ravik Karsidi, Rektor UNS, yang bertindak sebagai moderator dalam diskusi tersebut.

Disamping TCI sebagai peserta, acara itu juga dihadiri beberapa pemangku kepentingan yang terkait  dengan masalah sumber daya air.  Pentingnya kegiatan diskusi ini terlihat dengan kehadiran lebih dari sepuluh orang anggota Komisi V DPR RI di ruang tersebut diantaranya ; Sigit Susiantomo, Budi Yuwono, Gatot Sujito, Novita Wijayanti dan Suhartono.

“Setelah berdiskusi  dengan TCI ternyata masih banyak yang perlu dicermati dari Undang-Undang ini,” imbuh Sigit Susiantomo. Menurut Wakil Ketua Komisi V, DPR, ini, pembahasan undang-undang dengan orang-orang yang terlibat langsung dengan sumber daya air, sangat perlu dilakukan.

Sepekan sebelum acara FGD, Sigit Susiantomo melakukan  diskusi yang cukup serius dengan TCI mengenai permasalahan dan isi dari RUU SDA ini.  Diskusi yang berlangsung di Ruang Manis Renggo, Hotel Jogjakarta Plaza itu, kecuali dihadiri juga oleh Anwar Khanifuddin, Tenaga Ahli, DPR, juga dihadiri oleh peneliti-peneliti TCI diantaranya Tri Budi Utama, Rahman Hidayat, Joko Sumiyanto, Sawariyanto dan Hermawan Ardiyanto.

Diskusi yang berlangsung selama empat jam itu, membahas beberapa masalah yang mungkin bisa luput dari RUU ini. Seperti masalah air tanah dan daya rusak air. Disamping itu masalah privatisasi penggunaan air, yang merupakan bagian yang paling sensitif dalam RUU ini, juga menjadi sorotan.

TCI sendiri berharap masukan-masukan yang diberikan benar-benar berguna dan sesuai dengan azas berkelanjutan, berkeadaban dan berkeadilan. “Kami akan memberikan masukan sebagai orang-orang profesional yang independen dan cukup lama terlibat dalam bidang SDA,” ujar Tri Budi Utama. Senada dengan hal tersebut Sigit Susiantomo juga menganggap masukan dari kelompok-kelompok independen yang memahami masalah SDA sangat diperlukan.

Tentu saja semua orang berharap undang-undang ini kelak akan sesuai dengan amanat Undang Undang dasar 45, dan bisa mengayomi kepentingan seluruh masyarakat. “Kita tidak ingin Undang Undang ini berumur 2 atau 3 tahun karena Judicial Riview,” kata Lazarus dalam acara FGD tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*